Jumat, 28 Oktober 2011

Profil Gunung Semeru

        Gunung Semeru merupakan gunung yang berlokasi di pulau jawa yang memilik ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut dan gunung semeru ini juga sekaligus merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa. Gunung Semeru ini memilki sebuah kawah yang biasa dikenal dengan sebutan Jonggring Saloko.
Disekitar kawah Jonggring Saloko ini terdapat gas beracun dan juga aliran lahar. Oleh karena itu untuk para pendaki sangat tidak disarankan untuk melewati kawah Jonggring Saloko ini.


                Gas beracun yang berada disekitar kawah Jonggring Saloko ini, oleh penduduk setempat dikenal dengan sebutan Wedhus Gembel (kambing yang berbulu seperti rambut gimbal)Wedhus Gembel ini sering mengeluarkan letusan setiap 15-30 menit pada puncak dari gunung Semeru ini. Sebanyak 2990 letusan sudah dikeluarkan oleh gunung Semeru ini pada bulan November 1997. Di awal tahun 1994 lahar panas yang keluar mengaliri lereng selatan dari Gunung Semeru dan sekaligus memakan beberapa korban jiwa.

               Gunung Semeru ini menyimpan material vulkanik yaSuhu rata-ratng dikeluarkan dalam  bentuk Letusan abu, lava blok tua dan bom lava muda. Material dari lahar vulkanik ini bercampur air hujan atau air sungai.Puncak dari gunung Semeru ini memiliki suhu sekitar 4 - 10 derajat celcius. Pada malam sampai dini hari, suhu rata-rata disekitar wilayah semeru ini berkisar antara 3°c - 8°c.
Untuk curah hujan disekitar wilayah Semeru ini meliputi  927 mm - 5.498 mm per tahun.


Gunung Semeru ini juga sudah termasuk didalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dimana Taman Nasional ini memilki lembah dengan luas 50.273,3 Hektar dan juga terdiri dari pegunungan. Wilayah gunung Semeru ini juga ditumbuhi oleh beraneka ragam jenis flora yang juga lebih didominsai oleh pohon cemara, akasia, pinus, dan jenis Jamuju. Terdapat juga beberapa jenis anggrek endemik yang tumbuh di sekitar Semeru Selatan.

        Selain flora, terdapat juga fauna yang juga hidup serta menghuni gunung Semeru ini diantaranya ada macan kumbang, budeng, luwak, kijang, kancil,dll . Taman Nasional Bromo Tengger ini sudah ditetapkan sejak tahun 1982 sampai dengan sekarang. Keindahan dari Taman Nasional ini tidak luput dari pemandangan gunung Semeru ini.

           
 Keindahan dari gunung Semeru ini tidak lepas dari sejarah yang melatar belakangi gunung ini. Pada  abad ke-15 terdapat kitab kuna Tantu Pagelaran yang menceriterakan bahwa dahulu pulau jawa itu mengambang di lautan luas dan terombang-ambing. Kemudian para Dewa memutuskan untuk memindahkan gunung Meru di india untuk diletakkan diatas Pulau Jawa. Dewa-dewa yang memindahkan gunung ini yakni Dewa Wisnu yang menjelma menjadi kura-kura raksasa yang akan menggendong gunung itu dipundaknya sedangkan Dewa Brahma menjelma menjadi seekor ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura supaya gunung itu dapat digendong dengan aman. Kedua Dewa tersebut kemudian meletakkan gunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka temui, yaitu di bagian barat Pulau Jawa. Akan tetapi berat dari gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Lalu mereka mencoba untuk memindahkan lagi gunung itu ke bagian timur pulau jawa, tetapi pulau jawa masih saja miring. Maka Dewa-dewa tersebut memutuskan untuk membelah sebagian dari gunung tersebut supaya pulau Jawa tidak miring lagi. Penggalan dari gunung tadi membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Pananggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru menjadi tempat bersemayam Dewa Shiwa, namun untuk sekarang lebih dikenal dengan nama Gunung Semeru.
Sampai saat ini, gunung Semeru tetap berdiri kokoh dengan keindahan yang dimilikinya sejak dahulu sampai sekarang. Tidak hanya gunung Semeru saja, tetapi gunung-gunung yang lain pun seperti itu. Sangat diharapkan sekali untuk tetpa menjaga kelestarian gunung-gunung yang ada di Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Artikel Populer